setiap rapor ada nilai rata-ratanya
setiap test ada standarisasinya
setiap statistik deskriptif ada mean nya
dan setiap ujian ada standar minimalnya..
dunia ini dipenuhi dengan rata-rata. nilai tengah. ruang mayoritas. titik penentu.
sejak kecil kita dibiasakan untuk berada dalam rata-rata. ulangan harian, ujian semester, ujian kelulusan semuanya menuntut kita untuk berada dalam atau melewati garis limit rata-rata.
mengapa semuanya bertitik inti pada rata-rata?
padahal pada kenyataannya manusia adalah pribadi yang berbeda.
apakah karena rata-rata mewakili objektifitas?
tapi bukankah objektifitas tetap berawal dari subjektifitas.
apakah ini cara untuk meminimalisir perbedaan?
tapi bukankah perbedaan itu indah dan kaya.
pada akhirnya.. mungkin memang kita sebagai manusia yang harus menyadari..
bahwa kemampuan kita terbatas
kita mengenal istilah "tidak terhingga", tetapi tidak dapat menghitungnya
rata-rata telah menjadi satu tinta yang mempertegas keterbatasan kita.
keterbatasan kita untuk melihat, memahami dan menilai semuanya sebagai satu kesatuan yang berbeda-beda.
mungkin untuk itu rata-rata ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar